Tidak akan terjadi Sa’ah sampai engkau berperang melawan Yahudi, sehingga batu berkata yang di belakangnya ada Yahudi, wahai muslim! Ini orang Yahudi berada di belakang saya, maka bunuhlah ia

PEPERANGAN ANTARA YAHUDI DENGAN MUSLIMIN (15)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq



لاَتَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا الْيَهُودَ حَتَّى يَقُولَ الْحَجَرُ وَرَاءَهُ الْيَهُودِيُّ: يَا مُسْلِمُ ! هذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي فَاقْتُلْهُ
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai engkau berperang melawan Yahudi, sehingga batu berkata yang di belakangnya ada Yahudi, wahai muslim! Ini orang Yahudi berada di belakang saya, maka bunuhlah ia ( Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38403 )

لاَتَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ ، فَيَقْتُلَهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئُ الْيَهُودِيُّ وَرَاءَ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ وَالشَّجَرُ : يَا مُسْلِمُ ! يَا عَبْدَ اللهِ !هذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ ، إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّه شَجَرُ الْيَهُودِ
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai orang-orang Islam berperang melawan kaum Yahudi; lalu orang-orang Islam membunuh mereka, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon; lalu batu dan pohon itu berkata: Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi berada di belakang saya, kemarilah, lalu bunuhlah ia, kecuali gharqad, sebab ia termasuk pohon Yahudi ( Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38417 )

إِذَا ظَهَرَ فِيكُمْ مِثْلُ مَا ظَهَرَ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ ، إِذَا كَانَتِ الْفَاحِشَةُ فِي كِبَارِكُمْ ، وَالْمَلِكُ فِي صِغَارِكُمْ ، وَالْعِلْمُ فِي رُذَالِكُمْ (حم ، ع ، ه – عن أنس ، قَالَ : قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ! مَتَى نَدَعُ اْلأَمْرَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ ؟ قَالَ – فَذَكَرَه ، وَ لَفْظُ ع : إِذَا ظَهَرَ اْلأَذْهَانُ فِي خِيَارِكُمْ ، وَالْفَاحِشَةُ فِي شِرَارِكُمْ ، وَتَحُولُ الْمَلِكُ فِي صِغَارِكُمْ ، وَالْفِقْهُ فِي رُذَالِكُمْ
Apabila di kalangan kamu tampak seperti apa yang tampak pada Bani Israil, yaitu apabila perbuatan keji terjadi pada para pembesar kamu, dan raja di kalangan orang-orang yang kecil kamu, dan ilmu berada di kalangan orang-orang rendah kamu ( Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Abu Daud, At-Turmudzi, An-Nasa’, Ibnu Majah dari Anas ra berkata: ditanyakan, wahai Rasulallah! Kapan kami mengajak berbuat baik dan mencegah perbuatan buruk? Beliau bersabda: Lalu menyebutkan Hadits tersebut, sedang lafazh bagi Abu Daud, At-Turmudzi, An-Nasai’ dan Ibnu Majah: Apabila kecerdikan telah tampak di kalangan orang-orang baik kamu, dan kekejian tampak di kalangan orang-orang buruk kamu, dan raja (penguasa) berpindah di kalangan orang-orang kecil kamu, dan pemahaman agama berada di kalangan orang-orang rendah kamu ( Kanzul-Umal, Juz XIV /38502 )

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ وَفَشْوُ التِّجَارَةِ حَتَّى تُعِينُ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ وَحَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِمَالِه إِلَى أَطْرَافِ اْلأَرْضِ فَيَرْجِعَ فَيَقُولَ : لَمْ أَرْبَح شَيْئًا
Sesungguhnya di antara Sa’ah itu adalah penghormatan secara khusus dan merajalela perdagangan sampai seorang perempuan menolong suaminya berdagang dan sampai seorang laki-laki keluar dengan hartanya hingga ke ujung dunia, lalu ia pulang sambil berkata: Saya tidak mendapat laba sedikitpun ( Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dari Ibnu Masud ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38515 )
لاَتَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَأْخُذَ اللهُ شَرِيْطَتَه مِنْ أَهْلِ اْلأَرْضِ فَيَبْقَى عِجَاجٌ لاَ يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai batu menunjukkan orang-orang Yahudi yang bersembunyi yang dicari oleh orang-orang Islam, lalu ia melihat kakinya, lalu ia bersembunyi dan batu itu berkata: Wahai hamba Allah! Ini apa yang kamu cari ( Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Samrah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV/38578 )


Komentar:
Hadits-hadits Rasulullah saw ini menubuatkan terjadinya Sa’ah kehancuran kaum yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, jika tanda dan syarat dalam hadits ini sudah menjadi kenyataan, di antaranya:
1. Apabila kaum muslimin berperang melawan kaum Yahudi dan kaum Yahudi mengalami kekalahan sampai-sampai kemanapun mereka melarikan diri dan bersembunyi akan diketahuinya, sebab pohon-pohonan membantu kaum muslimin.

2. Apabila kaum muslimin meniru kebiasaan yang terjadi di kalangan kaum Yahudi, yaitu:
i. Apabila perbuatan keji sudah merajalela di kalangan para pejabat yang mengaku muslimin.
ii. kebanyakan pemimpin kaum muslimin berasal dari rakyat kecil atau rendahan.
iii. Ilmu agama telah dimiliki kaum muslimin yang rendahan.

3. Apabila pemberian tanda kehormatan yang istimewa sudah merajalela.

4. Apabila perdagangan bebas sudah terjadi, sehingga istri membantu suaminya berdagang sampai ke ujung dunia, tetapi pulang tidak membawa keuntungan apa-apa.


Sesungguhnya di antara tanda Sa’ah adalah terjadinya kekacauan. Ditanyakan: Apakah kekacauan itu? Beliau bersabda: Peperangan dan bukan peperangan dengan orang-orang kafir. Akan tetapi peperangan umum, sebagai bangsa melawan sebagian bangsa yang lain, sampai-sampai seorang laki-laki yang bertemu saudaranya, lalu

KAUM MUSLIMIN AKAN DILANDA FANATIS AGAMA YANG SALAH (14)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq



إِذَا ذَخْرَفْتُمْ مَسَاجِدَكُمْ وَحَلَّيْتُمْ مَصَاحِفَكُمْ فَالدِّمَارُ عَلَيْكُمْ
Apabila kamu menempati masjid-masjid kamu dan kamu menghiasi kitab-kitabmu, maka kebinasaan menimpah kamu ( Al-Hakim dari Abu Ad-Darda’ dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38420)

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ الْهَرَجَ ، قِيلَ : وَمَا الْهَرَجُ ؟ قَالَ : اَلْقَتْلُ ، وَمَا هُوَ قَتْلُ الْكُفَّارِ وَلكِنْ قَتْلُ اْلأُمَّةِ بَعْضِهَا بَعْضًا حَتَّى أَنَّ الرَّجُلَ يَلْقَى أَخَاهُ فَيَقْتُلَه ، يُنْتَزَعُ عُقُولُ أَهْلِ ذلِكَ الزَّمَانِ وَيَخْلَفُ لَه هَبَآءُ مِنَ النَّاسِ ، يَحْسَبُ أَكْثَرُهُمْ أَنَّهُمْ عَلَى شَيْئٍ وَلَيْسُوا عَلَى شَيْئٍ
Sesungguhnya di antara tanda Sa’ah adalah terjadinya kekacauan. Ditanyakan: Apakah kekacauan itu? Beliau bersabda: Peperangan dan bukan peperangan dengan orang-orang kafir. Akan tetapi peperangan umum, sebagai bangsa melawan sebagian bangsa yang lain, sampai-sampai seorang laki-laki yang bertemu saudaranya, lalu ia membunuhnya. Akal penduduk orang-orang pada zaman itu hilang dan debu manusia yang mengganti akal manusia zaman itu. Kebanyakan mereka itu menyangka mereka berada pada suatu kebenaran, tatapi sebenarnya mereka tidak berada di atas itu ( Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Ibnu Majah, Ath-Thabarani dalam Al-Kabir, Ibnu Asakir dari Abu Musa ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38546 )




Komentar:
Hadits-hadits Rasulullah saw ini memberikan peringatan kepada kaum muslimin bahwa bahwa datangnya Sa’ah kehancuran kaum yang durhaka itu akan terjadi jika tanda dan syaratnya sudah terpenuhi. Di antaranya adalah:
1. Apabila kekayaan kekayaan sudah melimpah-ruah sampai-sampai pemiliknya bersedih hati karena khawatir tidak ada yang mau menerima sedekahnya.
Maksud dari kekayaan yang melimpah-ruah dalam hadits ini, mestinya harus diartikan secara majazi, sebab pada umumnya manusia termasuk kaum muslimin jika diberi harta duniawi pasti mau dan senang, walaupun mereka sudah kaya. Sedangkan arti secara majazi adalah harta kekayaan ruhani berupa ma’rifat Al-Quran atau ilmu hidayah Ilahi yang melimpah-ruah pada diri Imam Mahdi as dan para pengikutnya, sudah ditawarkan dan disebarkan dengan cuma-cuma kepada semua manusia di seluruh pelosok dunia, namun kenyataan hanya sedikit sekali yang mau menerimanya. Pada umumnya mereka menolak, karena merasa tidak membutuhkannya. Tetapi jika harta duniawi, jangankan diberikan, disimpan saja mereka curi. Bahkan harta kekayaan yang diamanatkan kepada orang yang pandai dan kaya saja, mereka korupsi. Atau bisa juga harta duniawi yang akan diberikan dengan syarat. Seperti Imam Mahdi as sering menawarkan akan memberikan sejumlah uang yang sangat banyak kepada siapa saja yang bisa menandingi karya tulis beliau as.
2. Apabila tanah Arab sudah yang sangat gersang dan tandus itu menjadi banyak tumbuh-tumbuhan dan sungai-sungai.
3. Apabila kaum muslimin senang membangun masjid-masjid dan membanggakan besar dan keindahan bangunannya, mereka suka menghiasi mushkhaf-mushhkhaf Al-Quran dengan tulisan dan kemasan yang indah, namun kebanyakan mereka tidak mengerti isinya, malah hidup mereka menyimpang dari petunjuk yang ada di dalamnya.
4. Apabila perang secara umum antara bangsa-bangsa sudah terjadi.
Mungkin yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah perang dunia pertama dan perang dunia kedua atau akan terjadi lagi perang dunia ketiga.
5. Sa’ah itu akan terjadi pada siang hari pada hari Jum’at.
Nampaknya yang dimaksudkan siang hari itu adalah di saat cahaya kebenaran Islam terlihat dengan terang-benerang, dan yang dimaksudkan hari Jum’at adalah pada masa ribuan tahun yang keenam dari Adam as. kira-kira dalam abad 19 dan 20 Masehi.


Sa’ah tidak akan terjadi sehingga Allah memuliakan tiga hal, yaitu: Dirham yang halal; ilmu yang bermanfaat dan saudara dalam

BANGSA ARAB DIJADIKAN KERA DAN BABI (13)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُمِزَّ اللهُ فِيهِ ثَلاَثًا : دِرْهَمًا مِنْ حَلاَلٍ ، وَعِلْمًا مُسْتَفَادًا ، وَأَخًا فِى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
Sa’ah tidak akan terjadi sehingga Allah memuliakan tiga hal, yaitu: Dirham yang halal; ilmu yang bermanfaat dan saudara dalam Allah Azza Wajalla (Ad-Dailami dari Khudzaifah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38600)

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَفْتَحَ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ الْقَسْطَنْطِينِيَةَ الرُّومِيَةَ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّكْبِيرِ
Sa’ah tidak akan terjadi sehingga Allah membuka Kostantin Romawiyah bagi orang-orang yang beriman dengan tasbih dan takbir ( Ad-Dailami dari Amer bin Auf ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38601 )


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُنْفِيَ الْمَدِينَةُ شِرَارَهَا
Sa’ah tidak akan terjadi sehingga Madinah meniadakan keburukannya (Ad-Dailami dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-umal, Juz XIV /38602 )
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْلَبَ أَهْلُ الْقَفِيزِ عَلَى قَفِيزِهِمْ ، وَأَهْلُ الْمُدِّ عَلَى مُدِّهِمْ وَأَهْلُ اْلإِرْدِبِ عَلَى إِرْدِبِهِمْ ، وَأَهْلُ الدِّينَارِ عَلَى دِينَارِهِمْ ، وَأَهْلُ الدِّرْهَمِ عَلَى دِرْهَمِهِمْ ، وَيَرْجِعَ النَّاسُ إِلَى بِلاَدِهِمْ
Sa’ah tidak akan terjadi sehingga pemilik takaran mengalahkan takaran mereka; dan pemilik takaran mud mengalahkan mud mereka; dan pemilik ukuran ardab mengalahkan ukuran ardab mereka; dan pemilik dinar mengalahkan dinar mereka; dan pemilik dirham mengalahkan dirham mereka dan manusia kembali ke negara mereka ( Ibnu Asakir dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38605 )


Komentar:

Hadis-hadis Rasulullah saw ini menubuatkan datangnya Sa’ah kehancuran kaum yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. Di antara tanda-tandanya adalah:

1. Apabila sudah terjadi tiga hal, yaitu:
i. Dunia sudah dilanda barang-barang dan cara-cara haram dalam mendapatkan kekayaan. Pada saat itu orang yang mendapatkan harta yang halal sangat mulia di mata Allah dan di mata umat manusia. Pada zaman sekarang ini hal itu benar-benar sudah terjadi, sampai-sampai banyak orang berkata: “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal”.
ii. Ilmu yang bermanfaat dimuliakan, sehingga orang yang mencari ilmu pada saat itu membutuhkan biaya yang besar dan kemauan yang keras disamping kecerdasan yang tinggi.
iii. Persaudaraan dalam Allah dimuliakan. Maksudnya persaudaraan seagama Islam dalam satu Jamaah kaum muslimin yang didirikan oleh Imam Mahdi as atas perintah Allah lebih dijunjung tinggi melebihi ikatan persaudaraan sedarah, persahabatan dan ikatan kerja. Bahkan para pengikut Jamaah ini juga mencintai kepada setiap manusia, tidak tidak menaruh kebencian kepada siapapun, sampai mereka memiliki semboyan yang berbunyi dalam:

- Bahasa Urdu:

- Bahasa Arab:

- Bahasa Inggris: Love for all hatered for none

- Bahasa Indonesia: Cinta untuk semua, tidak ada kebencian kepada siapapun

2. Apabila Konstantin Rumawi jatuh kepada kaum mukmin dengan sarana tasbih dan takbir. Mungkin yang dimaksudkan hadis itu adalah orang-orang Rumawi akan masuk kedalam agama Islam berkat tabligh Jamaah Islam Ahmadiyah yang senantiasa menjunjung tinggi kesucian Allah yang selama ribuan tahun telah dinodai kaum Nasrani, khususnya Kristen Rumawi. Dan mereka akan mengagungkan Allah dengan sepenuh jiwa dan harta mereka semata-mata untuk mencari ridha Allah.

Sa’ah tidak akan terjadi sampai dua golongan besar saling berperang. Pangilan keduanya adalah satu. Sa’ah itu tidak akan terjadi sampai Dajjal pendusta dibangkitkan

PRAHARA SESAMA KAUM MUSLIMIN (12)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ دَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ وَ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيْبًا مِنْ ثَلاَثِيْنَ ، كُلُّهُمْ يَزْعَمُ أَنَّه رَسُولُ اللهِ

Sa’ah tidak akan terjadi sampai dua golongan besar saling berperang. Pangilan keduanya adalah satu. Sa’ah itu tidak akan terjadi sampai Dajjal pendusta dibangkitkan mendekati tiga puluh, semuanya menyangka bahwa diri mereka itu adalah utusan Allah ( Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Turmudzi dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38402 )

Sa’ah tidak akan terjadi sampai harta di kalangan kamu banyak dan melimpah-ruah sehingga tuan harta bersedih. Siapa yang mau menerima sedekahnya dan sampai ia menawarkannya; lalu

PADANG PASIR ARAB AKAN DIHIJAUKAN DENGAN TANAMAN DAN BANYAK SUNGAINYA (11)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهَمَّ رَبُّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَه وَحَتَّى يُعْرِضُه فَيَقُولُ الَّذِي يُعْرِضُه عَلَيْهِ : لاَ أَرْبَ لِي فِيهِ
Sa’ah tidak akan terjadi sampai harta di kalangan kamu banyak dan melimpah-ruah sehingga tuan harta bersedih. Siapa yang mau menerima sedekahnya dan sampai ia menawarkannya; lalu berkatalah orang yang ditawari harta itu: Tidak ada kebutuhan bagiku pada harta tersebut ( Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38401 )

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِه فَلاَ يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُه مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai harta menjadi banyak dan melimpah sampai seseorang mengeluarkan zakat hartanya, tatapi tidak ada seorang pun yang mau menerimanya dan sampai tanah Arab kembali banyak tanah lapang yang bertumbuh-tumbuhan dan sungai-sungai ( Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38412 )

Sa’ah tidak akan terjadi sampai kamu memerangi Turki bermata sipit, wajahnya kemerah-merahan, sahabat-sahabat karib mendekat seakan-akan wajah mereka itu Al-majan al-mutharriqah dan tidak akan terjadi Sa’ah itu sampai engkau berperang dengan kaum yang sepatu mereka itu berupa

MANUSIA AKAN MENCINTAI RASULULLAH SAW DARIPADA KELUARGA DAN HARTANYA (10)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التِّرْكَ صِغَارَ اْلأَعْيُنِ حَمْرَ الْوُجُوهِ زُلْفَ اْلأُلُوفِ ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقُ ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشِّعْرُ ، وَلْيَأْتِيْنَ عَلَى أَحَدِكُمْ زَمَانٌ لِلأَنْ يُرَانِي أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَه مِثْلُ أَهْلِه وَمَالِه
Sa’ah tidak akan terjadi sampai kamu memerangi Turki bermata sipit, wajahnya kemerah-merahan, sahabat-sahabat karib mendekat seakan-akan wajah mereka itu Al-majan al-mutharriqah dan tidak akan terjadi Sa’ah itu sampai engkau berperang dengan kaum yang sepatu mereka itu berupa rambut. Dan sungguh akan datang suatu zaman kepada seorang di antaramu yang menyebabkan ia lebih suka melihat aku daripada keluarga dan hartanya ( Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Turmudzi, Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38404 )

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمِجَانِّ الْمُطْرَقَةِ ، يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ وَيَمْشُونَ فِى الشَّعَرِ
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai orang-orang Islam Turki berperang dengan kaum yang wajah mereka itu seperti Al-majan al-mutharriqah, mereka memakai rambut dan berjalan dengan rambut ( Muslim, Bukhari, An-Nasa’ dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38405 )

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكِرْمَانَ مِنَ اْلأَعَجِمِ ، حُمْرَ الْزُجُوهِ فَطْسَ اْلأُلُوفِ ، صِغَارَ اْلأَعْيُنِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمِجَانُ الْمُطْرَقَةُ نِعَالُهُمُ الشَّعَرَ

Tidak akan terjadi Sa’ah sampai kamu berperang melawan khuza dan Kirman dari orang-orang ajam, berwajah merah, hidung pesek, mata kecil se-akan-akan wajah mereka itu al-majan al-mutharriqah, sandal mereka itu rambut ( Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Bukhari dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38406 )

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ تُقَاتِلُوا قَوْمًا يَنْتَعِلُونَ نِعَالَالشَّعَرِ، وَ إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ تُقَاتِلُوا قَوْمًا عِرَاضَ الْزُجُوهِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمِجَانُ الْمُطْرَقَةُ
Di antara syarat Sa’ah adalah jika kamu berperang melawan kaum yang mengenakan sandal seperti sandal rambut, dan sesungguhnya di antara syarat Sa’ah adalah engkau berperang melawan kaum yang lebar wajahnya seakan akan wajah mereka itu al-majan al-mutharriqah ( Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Bukhari, Ibnu Majah dari Amer bin Tughlab ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38408 )

سَتَخْرُجُ نَارٌ مِنْ حَضْرِ مَوْتَ قَبْلَ الْقِيَامَةِ تُحْشِرُ النَّاسَ
Akan keluar api dari Hadhra maut sebelum Qiyamat yang menghimpun manusia ( Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, At-Turmudzi dari Umar ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38456 )



Komentar:
Hadits-hadits Rasulullah saw ini memberikan peringatan kepada kaum muslimin bahwa datangnya Sa’ah kehancuran kaum yang durhaka itu akan terjadi jika tanda dan syarat dalam sabda Rasulullah saw yang berisi nubuatan itu telah tergenapi, di antaranya adalah:
1. Apabila dua golongan besar yang disebut dengan satu nama saling berperang.
Mungkin yang dimaksudkan dua golongan besar dalam hadits tadi adalah:
i. Kaum muslimin dari golongan Sunni dan Syi’ah yang sejak ratusan tahun lalu hingga kini masih bermusuhan dan saling berperang. Dan mereka itu disebut dengan satu nama yaitu kaum muslimin.
ii. Bangsa Ya’juj wa Ma’juj atau Gog and Magog, yaitu bangsa-bangsa yang menempati daerah Eropa Barat dan Eropa Timur saling berperang dalam perang Dunia I dan II. Dan mereka oleh Allah dan Rasul-Nya disebut disebut dengan satu nama Ya’juj wa Ma’juj.
2. Apabila para pendusta yang menyangka dirinya sebagai Nabi atau Rasul sudah mencapai jumlah tiga puluh.
Nubuat ini benar-benar sudah tergenapi sebab jumlah orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi atau Rasul itu sesudah Rasulullah saw wafat kini sudah mencapai tiga puluh orang.
3. Apabila di bumi sudah sering terjadi gempah bumi.
Nampaknya nubuat ini sudah tergenapi, sebab sejak akhir abad ke 19 dan 20 Masehi volume terjadinya gempah jauh lebih banyak dan korbannya lebih besar dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.
4. Apabila kaum muslimin berperang melawan Turki.
5. Apabila kaum muslimin berperang melawan bangsa yang kakinya berambut.
6. Apabila kaum muslimin berperang melawan bangsa Khuzan dan Kirman yang wajahnya merah, berhidung pesek dan dan bermata sipit.
7. Apabila bangsa Romawi menjadi banyak.
8. Apabila di daerah Hadhrah Maut sudak mengeluarkan api.
9. Apabila sudah datang segolongan kaum muslimin yang lebih mencintai Nabi Besar Muhammad saw daripada keluarga dan hartanya.
Nubuat hadits ini sekarang sudah digenapi oleh Allah swt, buktinya segolongan kaum muslimin yang berhimpun dalam Jamaah Islam Ahmadiyah senantiasa siap dan taat kepada Nabi Besar Muhammad saw dengan mengorbankan harta dan kepentingan pribadi dan keluarganya karena kecintaan mereka kepada Islam dan Rasulullah saw, seperti yang dilukiskan dalam kitab suci Al-Quran.

Allah swt berfirman:

Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anak laki-lakimu, saudara-saudara laki-lakimu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta benda yang telah kamu upayakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sukai. Semua itu lebih kamu cintai daripada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang durhaka ( At-Taubah, 9:24 )


MEMBURUKNYA HUBUNGAN KETETANGGAAN DAN HILANGNYA KASIH SAYANG DALAM KELUARGA (09)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq



مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ سُوءُ الْجِوَارِ وَقَطِيْعَةُ اْلأَرْحَامِ وَتَعْطِيْلُ السُّيُوفِ عَنِ الْجِهَادِ وَأَنْ تُخْتَلَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ

Di antara syarat-syarat Sa’ah adalah buruknya hidup bertetangga, dan terputusnya ikatan keluarga sedarah, memperpanjang pedang karena jihad dan jika dunia diperdayakan dengan agama ( Ad-Dailami dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38558 )


MEMBURUKNYA HUBUNGAN KETETANGGAAN DAN HILANGNYA KASIH SAYANG DALAM KELUARGA (09)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq



مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ سُوءُ الْجِوَارِ وَقَطِيْعَةُ اْلأَرْحَامِ وَتَعْطِيْلُ السُّيُوفِ عَنِ الْجِهَادِ وَأَنْ تُخْتَلَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ

Di antara syarat-syarat Sa’ah adalah buruknya hidup bertetangga, dan terputusnya ikatan keluarga sedarah, memperpanjang pedang karena jihad dan jika dunia diperdayakan dengan agama ( Ad-Dailami dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38558 )

Tidak akan terjadi Sa’ah sampai ilmu dicabut., banyak terjadi gempah bumi, zaman itu saling berdekatan, fitnah-fitnah menjadi tampak dan banyak kekacauan, yaitu peperangan

KEBODOHAN DAN BANYAKNYA GEMPA (08)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرَجُ وَهُوَ الْقَتْلُ
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai ilmu dicabut., banyak terjadi gempah bumi, zaman itu saling berdekatan, fitnah-fitnah menjadi tampak dan banyak kekacauan, yaitu peperangan ( Bukhari, Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz 14 / 38400 )

تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَلَيْسَ بَهِيمَةٌ إِلاَّ وَهِيَ رَافِعَةٌ رَأْسُهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ تَشْفَقُ مِنَ السَّاعَةِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ
Sa’at terjadi pada hari Jumat; dan tidak ada binatang kecuali ia mengangkat kepalanya pada hari Jumat itu, karena takut pada Sa’ah itu sampai matahari terbenam ( Ad-Dailami dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38561 )

لاَتَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ نَهَارًا
Sa’ah tidak akan terjadi kecuali pada siang hari ( Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV/ 38562 )

Tidak akan terjadi Sa’ah sampai sungai Furat dari gunung itu merasa letih di mana manusia saling bertempur karena emas di atas sungai itu, lalu sembilan persepuluh dari mereka terbunuh

PERANG DAHSYAT AKIBAT BEREBUT KEKAYAAN (7)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسُرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ يَقْتَتِلُ عَلَيْهِ النَّاسُ فَيُقْتَلُ تِسْعَةُ أَعْشَارِهِمْ

Tidak akan terjadi Sa’ah sampai sungai Furat dari gunung itu merasa letih di mana manusia saling bertempur karena emas di atas sungai itu, lalu sembilan persepuluh dari mereka terbunuh ( Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Ubai ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38396 )

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسُرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ يَقْتُلُ النَّاسُ عَلَيْهِ فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ ، فَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونَ أَنَا الَّذِي أَنْجُو
Tidak akan terjadi Sa’ah sampai sungai Furat dari gunung emas merasa letih yang di atasnya manusia dibunuh, lalu dari setiap seratus orang ada sembilan puluh sembilan dibunuh, maka setiap orang dari mereka berkata: Mudah-mudahan aku selamat dari kematian ( Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38397 )
يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسُرَ عَنْ كَنْزٍ مِنْ ذَهَبٍ فَمَنْ حَضَرَه فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا

Hampir-hampir sungai Furat itu merasa letih karena kandungan emas, maka siapa yang datang kepadanya maka ia tidak bisa mengambil sesuatu daripadanya ( Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38399 )




Komentar:
Hadits-hadits Rasulullah saw ini memberikan peringatan kepada kaum muslimin bahwa datangnya Sa’ah kehancuran kaum yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya akan terjadi jika tanda dan syarat di bawah sudah digenapi, yaitu antara lain :
1. Apabila sudah terjadi peristiwa pertempuran di sungai Furat, sehingga sembilan persepuluh dari mereka terbunuh atau setiap dari seratus orang sembilan puluh sembilan yang terbunuh, hanya karena alasan berebut kekayaan seperti emas.
2. Peperangan di sungai Furat itu sangat mengerikan, sehingga orang-orang berharap agar dirinya selamat dari kematian.
3. Meskipun kekayaan di wilayah tersebut melimpah ruah, tetapi mereka tidak bisa menikmatinya. Justru bangsa-bangsa lain yang bisa mengambil keuntungan dari peristiwa itu.
4. Apabila hubungan manusia ketetanggaan memburuk dan hubungan manusia sedarah menjadi terputus karena mereka dipicu dengan provokasi yang berkedok agama.


Sesungguhnya termasuk di antara syarat-syaratnya Sa’ah itu adalah perbuatan keji, kata-kata kotor, ketetanggaan yang buruk, memutuskan persaudaraan, jika pengkhianatan dipercaya dan orang-orang terpercaya dikhianati, dan perumpamaan orang mukmin itu seperti sepotong emas yang baru dibakar (diuji); lalu

TEGUHNYA IMAN YANG BENAR (6)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq


إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ الْفَحْشَ وَالتَّفَحَّشَ وَسُوءَ الْجِوَارِ وَقَطْعَ اْلأَرْحَامِ وَأَنْ يُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ وَيُخَوَّنَ اْلأَمِيْنُ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ قِطْعَةِ الذَّهَبِ الْجَيِّدِ أُوقَدَ عَلَيْهَا فَخَلَّصَتْ وَأُوزِنَتْ فَلَمْ تَنْقُصْ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ النَّحْلَةِ أُكِلَتْ طَيِّبًا وَوُضِعَتْ طَيِّبًا أَلاَ! إِنَّ أَفْضَلَ الشُّهَدَاءِ الْمُقْسِطُونَ أَلاَ! إِنَّ أَفْضَلَ الْمُهَاجِرِيْنَ مَنْ هَجَرَ مَا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ أَلاَ! إِنَّ أَفْضَلَ الْمُسْلِمِينَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِه وَيَدِه ، أَلاَ! إِنَّ حَوْضِي طُولُه كَعَرَضِه أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ ، آنِيَتُه عَدَدُ النُّجُومِ مِنْ أَقْدَاحِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ شُرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ مَا عَلَيْهَا أَبَدًا

Sesungguhnya termasuk di antara syarat-syaratnya Sa’ah itu adalah perbuatan keji, kata-kata kotor, ketetanggaan yang buruk, memutuskan persaudaraan, jika pengkhianatan dipercaya dan orang-orang terpercaya dikhianati, dan perumpamaan orang mukmin itu seperti sepotong emas yang baru dibakar (diuji); lalu tetap murni, lalu ditimbang dan tidak berkurang,; dan perumpamaan seorang mukmin itu seperti buah kurma, jika dimakan enak dan jika diletakkan kelihatan bagus. Ingatlah ! Sesungguhnya syuhadak yang paling utama adalah orang yang berlaku adil. Ingatlah ! Orang-orang hijrah yang paling utama adalah orang yang hijrah dari apa yang telah diharamkan oleh Allah,. Ingatlah ! Sesungguhnya orang Islam yang paling utama adalah orang Islam yang orang-orang Islam lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Ingatlah ! Sesungguhnya panjang kolamku seperti kehormatannya yang putih susu dan lebih manis daripada madu, tempatnya sebanyak bintang dari gelas-gelas emas dan perak. Siapa yang minum darinya sekali minum tidak akan merasa haus pada waktu lain selamanya ( Al-Kharaith dalam Makarimal-Akhlaq dari Ibnu Umar ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38528 )

Komentar:
Hadits-hadits Rasulullah saw ini memberikan nubuatan kepada kepada kaum muslimin, bahwa Sa’ah kehancuran suatu kaum yang durhaka di dunia ini akan terjadi:

1. Apabila banyak orang yang mengenakan baju jubah, tetapi hati dan amal perbuatan mereka tidak mencerminkan ajaran Islam, malah bertentangan dengan ajaran Islam.

2. Apabila perdagangan sudah menggelobal dan kekayaan melimpah-ruah yang menyebabkan kebanyakan kaum muslimin terpengaruh oleh falsafah materialistik. Akibatnya mereka menghormati dan mendewakan para konglomerat lantaran harta kekayaannya di atas orang-orang yang taqwa yang miskin.
3. Apabila keburukan, kejahatan dan kemaksiatan sudah menjalar kemana-mana, di kota dan di desa; di kalangan orang kaya dan miskin; bahkan di kalangan orang yang tidak mengerti agama dan di kalangan orang-orang yang mengerti agama.
4. Apabila sudah terjadi kepemimpinan yang masih kekanak-kanakan.
5. Apabila jumlah kaum wanita melebihi jumlah kaum pria.
6. Apabila banyak pemimpin yang berbuat keburukan, kejahatan dan kemaksiatan.
7. Apabila sudah lazim terjadi kecurangan dalam perdagangan, misalnya dengan cara mengurangi takaran, timbangan, ukuran dll.
8. Apabila banyak orang laki-laki sudah merasa lebih baik memelihara anak anjing daripada anaknya sendiri.
9. Apabila banyak pejabat dan pemimpin yang tidak dihormati karena kejahatannya, dan rakyat kecil tidak disayang, malah diperas dan ditindas.
10. Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan, bahkan dilakukan di jalan-jalan tanpa rasa malu seperti binatang.
11. Apabila banyak pemimpin yang tampaknya baik, tetapi hati mereka lebih buruk daripada srigala.
12. Apabila ada kaum mukmin yang iman mereka seperti sepotong emas yang dibakar, tetapi masih menunjukkan kemurniannya tanpa berubah sedikitpun.
13. Apabila ada kaum mukmin yang seperti buah kurma, jika dimakan rasanya enak dan jika diletakkan kelihatan bagus dan menawan.
14. Apabila perbuatan zhalim sudah merajalela, sehingga langka sekali orang yang berbuat adil. Se akan-akan orang yang berbuat adil sebagai seorang pahlawan ( syahid ) dalam suatu pertempuran.
15. Apabila kaum muslimin sudah banyak yang bergelimang dalam perbuatan dan harta yang haram. Sehingga orang Islam yang berusaha menghindari hal-hal yang haram itu seperti melakukan hijrah yang paling utama.


Apabila zaman itu sudah dekat, maka banyak orang mengenakan baju jubah, banyak perdagangan, banyak harta, konglomerat diagungkan karena hartanya, banyak keburukan, banyak kepemimpinan yang masih bayi, banyak wanita, penguasa menyimpang, ukuran dan timbangan dikurangi, maka seorang laki-laki


MEMPERTUHAN HARTA DAN KEBRUTALAN ANAK (5)
Terjemah dan komentar
Oleh : Abdul Rozaq

إذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ كَثُرَ لُبْسُ الطَّيَالِسَةُ وَكَثُرَتِ التِّجَارَةُ وَكَثُرَ الْمَالُ وَعُظِّمَ رَبُّ الْمَالِ لِمَالِهِ ، وَكَثُرَتِ الْفَاحِشَةُ وَكَانَتْ إِمَارَةُ الصِّبْيَانِ ، وَكَثُرَ النِّسَآءُ ،وَجَارَ السُّلْطَانُ وَطُفِّفَ فِى الْمِكْيَالِ وَالْمِيْزَانِ فَيُرَبِّي جَرُودًا خَيْرٌ مِنْ أَنْ يُرَبِّي وَلَدًا لَه وَلاَ يُوقَرُ كَبِيرٌ وَلاَ يُرْحَمُ صَغِيرٌ ، وَيَكْثُرُ أَوْلاَدُ الزِّنَا حَتَّى أَنَّ الرَّجُلَ لِيُغَِشِّيَ الْمَرْأَةَ عَلَى قَارِعَةِ الطَّرِيْقِ وَيَلْبَسُونَ جُلُودَ الضَّأْنَ عَلَى قُلُوبِ الذِّئَابِ أَمْثَلُهُمْ فِى ذلِكَ الزَّمَانِ الْمَدَاهِنُ

Apabila zaman itu sudah dekat, maka banyak orang mengenakan baju jubah, banyak perdagangan, banyak harta, konglomerat diagungkan karena hartanya, banyak keburukan, banyak kepemimpinan yang masih bayi, banyak wanita, penguasa menyimpang, ukuran dan timbangan dikurangi, maka seorang laki-laki memelihara anak anjing lebih baik daripada memelihara anak laki-lakinya, orang yang besar tidak dihormati, orang yang kecil tidak disayang, dan banyak anak-anak zina sampai seorang laki-laki mendatangi wanita di tengah jalan dan mereka memakai kulit-kulit domba melebihi hati srigala. Itulah permisalan-permisalan dalam lukisan zaman itu ( Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, Ta’aqqub dari Muntashirin bin Ammarah bin Abi Dzar dari ayahnya dari kakeknya ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV / 38501 )

;;